Bisakah Citra Negatif Komunitas Motor Gede (Moge) Dirubah

1
B OtomoTrends.com, Jakarta. Beberapa waktu lalu seseorang bernama Elanto Wijoyono menghadang konvoi sepeda motor besar (moge) di simpang empat Condongcatur, Depok, Sleman. Tindakan itu dilakukan Elanto karena sudah kesal dengan tingkah laku pengguna moge yang arogan ketika di jalanan umum. Sejak kejadian itu, citra komunitas sepeda motor besar yang melekat di benak masyarakat Indonesia umumnya masih ke arah negatif seperti eksklusif, arogansi dan agresif di jalanan.

Bahkan, paradigma ini di beberapa perbincangan menunjukkan kesenjangan antara si kaya dan miskin. Ini sudah tertanam cukup lama dan yang menjadi pertanyaan besar, apakah image negatif terhadap pengguna moge ini bisa diubah. Kapolda Metro Jaya mengutarakan optimismenya bisa melakukan itu, walaupun masih belum bisa memberikan kepastian butuh waktu berapa lama. Namun paling tidak ada yang ingin mencoba untuk memulainya.

Tidak bisa menghitung berapa lama itu bisa dilakukan, tergantung nanti masing-masing komunitas menginginkan itu. Kapolda Metro Jaya ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap komunitas moge menjadi lebih humanis dan flamboyan. Kapolda Metro Jaya, yang juga menjabat sebagai ketua IMBI ini menginginkan para penguna motor besar, untuk mulai mematuhi aturan lalu lintas.

Baca Juga: KIA Stinger Kelas Premium Siap Meluncur Di Pasar Asia Terbaru 2017

Di mana ini dilakukan ketika sedang sendiri maupun konvoi di jalanan raya. Kalau konvoi apa salahnya mengikuti aturan lalu lintas, seperti berhenti pada saat lampu merah. Kemudian ketika bertemu komunitas sepeda motor kecil saling menegur dengan buka helm, menanyakan kabar dan lainnya. Ini bisa membuat stigma terhadap pengguna moge bisa hilang. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Enjoy with otomotif part! Penulis dalam media otomotif online Indonesia. Safety ride anytime & anywhere! Jangan ngebut dan hargai sesama pengguna jalan, LOVE!

1 Comment

  1. Saya sangat benci pada penegmudi moge yang arogan, seperti mereka sendiri yang membangun jalan raya. Saya katakan ada setan lewat kalau sedang berada didepan rumahku. Walau keponakanku sendiri memakainya. Kenapa ? Saya pernah disalip moge sambil memukul helmnya ke mobilku. Hal itu karena saya tidak mau minggir saat aku tanggung mendahauli sebuah truk dia ngin mendahuli saya, Untung jalan masih cukup besar dan saya masih bisa bersabar, nggak saya arahkan dia kejurang. Mereka nggak peduli, merasa lebih penting dari ambulan, kalau lewat berada disisi kanan. Mereka menurut saya sebagai guru klub motor kecil yang menjadi berandalan. Biang keladi kejahatan jalanan adalah dari mereka, yang bermodal arogan. Apakah taat bayar pajak ? saya yakin lebih besar tidak

Leave A Reply