Nasib Mobil Murah Di Indonesia Tinggal Menghitung Hari

0
N OtomoTrends.com, Jakarta. Salah satu target pemerintah menggulirkan program mobil murah adalah untuk memperkuat struktur industri otomotif nasional. Para ATPM yang semula masih impor mesin dan transmisi, dua komponen utama pada mobil, diwajibkan memproduksi sendiri di Indonesia. Dan program ini (KBH2) sudah berhasil, struktur industri otomotif Indonesia sudah berhasil menarik investasi segar dari program ini.

Salah satu target pemerintah menggulirkan program mobil murah adalah untuk memperkuat struktur industri otomotif nasional. Para ATPM yang semula masih impor mesin dan transmisi, dua komponen utama pada mobil, diwajibkan memproduksi sendiri di Indonesia. Dan program ini (KBH2) sudah berhasil, struktur industri otomotif kita sudah berhasil menarik investasi segar dari program ini. Rencananya program KBH2 (LCGC) akan berhenti mulai 2019 dan dilanjutkan LCE. Program mobil murah ini akan dihentikan oleh pemerintah.

Tetapi, kemudian digantikan dengan program lanjutan yang juga terkandung dalam regulasi yang sama (PP 41), tentang Low Carbon Emission (LCE). Bedanya, program lanjutan lebih mendorong para agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang mau ikut serta untuk memajukan teknologi baru, ketimbang mesin konvensional yang digunakan pada LCGC.

Baca Juga: Dengan Model Baru Mitsubishi Berani Keluar Dari Zona Nyaman

Jika program mobil murah berakhir, artinya model yang sudah dipasarkan seperti Toyota Agya, Calya, Daihatsu Ayla, Sigra, Datsun Go, Go+ Panca, Honda Brio Satya dan Suzuki Karimun WagonR masih tetap diasarkan. Tetapi, beban PPnBM 10 persen yang semula dibebaskan harus kembali dibayarkan. Harga mobil murah yang sudah tidak murah lagi bakal semakin mahal. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Enjoy with otomotif part! Penulis dalam media otomotif online Indonesia. Safety ride anytime & anywhere! Jangan ngebut dan hargai sesama pengguna jalan, LOVE!

Leave A Reply