Ini Bahayanya Pakai Oli Mesin Oplosan Untuk Mobil

0
I OtomoTrends.com, Jakarta. Suara mobil yang menggunakan oli palsu biasanya sedikit kasar. Mobil yang menggunakan oli palsu bisa mengalami kerusakan di seluruh bagian mesin dikarenakan oli adalah komponen pendukung yang sangat penting bagi performa mesin. Oli mesin sangat berperan penting bagi kondisi kendaraan Anda, baik itu roda dua maupun roda empat.

Karenanya, melakukan perawatan rutin dengan mengganti oli setiap bulan sangat dianjurkan demi kenyamanan dan keamanan berkendara. Oli palsu saat ini banyak ditemui beredar di pasaran, penjualan oli palsu tentunya akan merugikan konsumen, terutama bagi performa kendaraan mereka. Oli palsu dapat menyebabkan masuknya kotoran ke pompa oli sehingga dinding silinder akan kering. Akan tetapi terkadang kendala biaya membuat orang memilih memakai oli mesin oplosan atau juga oli palsu untuk mobil meski ini sangat beresiko.

Mesin kendaraan yang menggunakan oli mesin oplosan sangat mudah mengalami kerusakan. Campuran atau oplosan itu mengandung bahan yang kurang baik bagi keawetan mesin mobil. Akibatnya fungsi melumasi mesin yang diharapkan bisa berjalan dengan baik, tidak berlangsung maksimal.

Mesin jadi mudah aus, sehingga masa pakainya jadi lebih singkat. Dengan kata lain mesin kendaraan akan mudah rusak. Yang lebih beresiko lagi apabila mesin mobil mengalami overheat dan jebol. Ini dapat memicu kecelakaan.

Peran oli mesin adalah menjadi pelumas agar gesekan antar komponen tidak berlangsung berlebihan. Jika berlebihan maka antar komponen akan menjadi aus. Zat yang kurang baik bisa menyebabkan mudahnya terjadi korosi (karat) pada mesin mobil. Ini banyak terdapat pada oli oplosan atau oli palsu. Jadi hindari memakai oli oplosan, atau oli palsu.

Baca Juga: VinFast, Mobil Nasional Vietnam Debut Dunia di Paris

Ini bisa dihindari dengan cara selalu melakukan perawatan rutin di bengkel terpercaya, bukan di bengkel abal-abal. Untuk mobil yang terlanjur memakai oli palsu, disarankan agar oli segera diganti dengan oli yang direkomendasikan oleh pabrikan. Lalu setelah seminggu atau dua minggu kemudian segera ganti lagi oli dengan yang baru. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Enjoy with otomotif part! Penulis dalam media otomotif online Indonesia. Safety ride anytime & anywhere! Jangan ngebut dan hargai sesama pengguna jalan, LOVE!

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.